Pak Dhe begitu sedih mendengar berita pemecatan dirinya, sampai-sampai dia nggak bisa berkata-kata lagi. Krisis keuangan yang berkepanjangan telah membuat pabrik terpaksa mengurangi pekerjanya dan seorang satpam terpaksa dicoret dari daftar pekerja.
Pak Dhe dipilih karena telah cukup lama bekerja di pabrik dan manajemen memandang yang muda yang lebih diperlukan untuk menjaga pabrik. Lebih awas, lebih cekatan dan lebih murah gajinya.
Pihak manajemen tidak pernah berfikir kalau pak Dhe baru saja ditimpa berita yang membuat pak Dhe gemetaran. Istrinya baru saja dipecat juga dari pabrik yang lain dan anaknya baru saja mengajukan angka rupiah yang harus dipenuhinya pada minggu ini.
Semua itu masih ditambah pemilik kontrakan yang juga datang untuk menagih uang sewa yang telah beberapa bulan tidak dibayarnya.
Semakin lengkap penderitaan itu, ketika sepeda motor satu-satunya ditabrak angkot dan anaknya masuk rumah sakit. Sebegitu tegakah Tuhan telah memberikan cobaan yang begitu berat dan beruntun padanya.
Pak Dhe yang biasanya selalu bersemangat di situasi apapun pulang ke rumah dengan loyo. Hilang sudah keceriaan di wajahnya. Nasehat-nasehat yang biasa diberikan pada sahabat-sahabatnya yang tertimpa kesedihan tidak dapat diucapkannya untuk dirinya sendiri.
Dulu dia paling sering membacakan ayat-ayat Tuhan di depan sahabat-sahabatnya yang sedang menerima cobaan Allah.
“Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Diapun berdoa, agar diamini oleh sahabatnya.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya… “
Sekarang ketika cobaan itu datang menimpanya. Ternyata pak Dhe hanya sendirian menerimanya. Tidak ada sahabat yang membacakan ayat itu padanya.
Sebelum sampai ke rumah, pak Dhe mampir ke masjid. Tugasnya sebagai anggota Badan Kemakmuran Masjid membawa langkahnya masuk ke masjid.
Seperti kebiasaan yang selalu dijalaninya, maka langkah kakinyapun langsung menuju tempat wudhu dan air wudhupun membasahi wajah pak Dhe.
Tiba-tiba pak Dhe seperti tersadar. Ada suatu rasa di lubuk hatinya yang tiba-tiba menyeruak dari hatinya yang paling dalam. Rasa yang dari tadi ingin keluar tapi tertutup oleh kesedihan yang tidak terkira.
Perlahan, senyum pak Dhe muncul kembali. Dipandanginya masjid kesayangannya itu. Inilah rumah Allah, dimana pak Dhe mengabdikan dirinya secara utuh sebagai penjaganya.
Semangat hidup pak Dhe kembali muncul. Iapun jadi ingat semua kisah-kisah yang ada dalam Al Quran. Senyum pak Dhe makin mengembang ketika bertemu dengan salah satu jamaah di masjid itu.
Ditepuknya pundak jamaah itu sambil menebar senyum khasnya. Selepas sholat untuk “menghormati masjid”, mereka berdua terlihat asyik bercengkerama sambil menanti waktu sholat wajib tiba.
Wajah pak Dhe makin merekah ketika waktu sholat wajib mulai mendekat, dilihatnya anak istrinya mendatangi masjid untuk ikut sholat jamaah. Mereka datang dengan penuh senyum, seolah tak ada kesedihan di keluarga pak Dhe.
Anak istri pak Dhe memang telah terbiasa dengan kesulitan hidup dan nasehat-nasehat pak Dhe yang tak pernah putus membuat mereka selalu tegar menghadapi hidup ini. Pak Dhe jadi tersenyum sendiri melihat senyum anak istrinya.
“Pak, motornya sudah diperbaiki sama Miun, katanya gak usah bayar gak apa-apa. Mereka maklum kok”, kata istrinya.
Pak Dhe tersenyum sambil manggut-manggut.
“Alhamdulillah“
“Santi juga sudah keluar dari rumah sakit. Dokternya si Jupri, anaknya bang Tohir, jadi gak usah bayar juga. Nanti akan pulang dari rumah sakit bareng sama dia”
“Alhamdulillah. Rupanya Jupri jadi pindah ke rumah sakit itu ya”
“Iya bang. Malah tadi Wak Ute juga datang. Dia mau ngembalikan hutang yang sudah terlalu lama dia pinjam, katanya.”
“Wak Ute?”
“Iya bang, memang sudah lama banget. Sekarang dia udah jadi orang kaya beneran dan dia sudah lamaaa banget nyari-nyari kita, tapi gak pernah ketemu. Dia seneng dapat menemukan kita untuk membayar hutangnya, terutama membayar hutang budi sama kita. Berkat pinjaman dari bapak dulu yang membuat Wak Ute jadi kaya”
Mata pak Dhe mulai berkaca-kaca. Belum habis doanya, dan Tuhan sudah mengirimkan malaikatnya untuk memberikan kedamaian pada keluarganya.
“Kang Asep juga datang bareng Wak Ute. Ternyata rumah yang kita tinggali itu rumah Wak Ute bang, jadi kata Wak Ute, pakai saja terus rumah itu. Soal sewa nggak usah dipikirin lagi”
“Alhamdulillah”, tanpa terasa pak Dhe bersujud. Bersyukur atas segala nikmat yang datang tanpa disangka-sangka dan dari arah yang tidak dia duga sama sekali.
Gunung kesedihan yang mulai dilepas saat air wudhu membasahi wajahnya telah hilang sirna. Tidak ada bekasnya sedikitpun.
Meski masih ada gunung-gunung kecil dan bukit-bukit terjal yang membentang di hadapannya, pak Dhe sudah tidak sedih lagi. Keyakinan akan kasih Allah membuat pak Dhe naik kelas. Ujian yang dihadapinya, kali ini, telah dilaluinya dengan baik.
Ke depan masih ada ujian yang lebih berat, tapi pak Dhe sekeluarga yakin, bersama Allah, semua ujian ataupun cobaan akan dapat dilalui dengan baik.
Benarlah semua isi kitab Allah, tidak ada keragu-raguan di dalamnya. Semua mengajarkan bagaimana menghadapi hidup ini dengan senyum, sabar dan ikhlas.
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.
Kitab Allah itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”
…..
…
.
Kaitkata: Baik Sangka, doa, sedih, syukur
Juni 7, 2009 pada 4:05 pm |
[...] teman-teman ini membuat aku mulai mengumpulkan cerita “unggulanku” dan mengumpulkannya dalam suatu blog yang kuberi nama blog dongengan. Isinya berkisar tentang cerita pak Dhe yang menjadi tokoh sentral dalam semua [...]
Juni 9, 2009 pada 1:14 pm |
[...] teman-teman ini membuat aku mulai mengumpulkan cerita “unggulanku” dan mengumpulkannya dalam suatu blog yang kuberi nama blog dongengan. Isinya berkisar tentang cerita pak Dhe yang menjadi tokoh sentral dalam semua [...]
Juni 10, 2009 pada 2:40 pm |
sekarang dah jadi penulis cerpen juga rupanya ya Mas? Saluuut !!!
Juni 10, 2009 pada 2:47 pm |
ini kayak reinkarnasi bank
dulu suka nulis cerpen terus ditinggalin karena kerja di kontraktor
eh, sekarang kok jadi pingin nulis lagi
makasih dukungannya bank
salam
Agustus 29, 2009 pada 4:17 am |
[...] Bagi yang ingin membaca buku ini secara online, bisa membacanya di blog saya, yaitu di http://kisahikmah.wordpress.com/ [...]
Agustus 29, 2009 pada 3:15 pm |
sebuah karya tulis dari seorang blogger sejati yang selalu menulis dan menulis tanpa imbalan apapun. Semoga Allah membalasnya.
salam
omjay
Agustus 29, 2009 pada 4:39 pm |
Salam Om Jay
Makasih doanya
Amin, amin, amin ya robbalalamin
Semoga urusan kita selalu dimudahkan Allah swt
Amin.
Agustus 30, 2009 pada 3:23 am |
Luar biasa menggugah dan menyejukkan.
Semoga bagi siapa saja yang membaca dan pernah mengalami cobaan seperti ini akan menjadi tegar dalam menghadapi….
Jadi tidak sabar nih menunggu terbitan bukunya…..semoga target lanuching 13 September berjalan dengan lancar… amin.
Agustus 30, 2009 pada 6:58 am |
Salam Pak Rui-JM
Senang membaca komentar bapak. Kalau bapak teruskan ada kisah dalam blog ini yang saya ambil dari cerita bapak saat di MMC1.
Yang mana tuh?
Anggota MMC1 pasti tahu, meskipun sudah dirombak disana-sini
Salam
September 1, 2009 pada 2:56 am |
Terharu bacanya…sukses selalu mas eshape
wassalam,
September 1, 2009 pada 3:18 am |
terima kasih dukungannya mbak Riri
salam kompak selalu
September 1, 2009 pada 6:28 am |
[...] Buku “Pak Dhe NgeBloG” Lompat ke Komentar Setelah lama disembunyikan, akhirnya blog kisahikmah terendus juga oleh para pencari dan akhirnya memang blog itu harus mulai dihidupkan, meskipun saat [...]
September 1, 2009 pada 8:04 am |
Bagus critanya, menggugah kita agar selalu tawakal….
Aku doakan…mudah2an mas Eko sukses selalu….Amien
September 1, 2009 pada 8:26 am |
Makasih mas Hilmy atas supportnya
semoga kita jadi hambaNya yang pandai bersyukur
amin
September 1, 2009 pada 3:32 pm |
mas eko memang seorang pencerita yang hebat. ujaran-ujarannya khas. cerita yang sederhana dan memikat. kalau terbit, saya pasti baca buku ini mas.
September 1, 2009 pada 7:00 pm |
Salam Mas Din
Terima kasih supportnya mas,
insya Allah minggu ini naik cetak dan peluncuran resmi di Resto Samikuring 13 September 2009
Pra Launching ada di bandung, rencananya akan diselenggarakan oleh Pak Rawi
September 3, 2009 pada 6:33 am |
[...] Buku “Pak Dhe NgeBloG” Setelah lama disembunyikan, akhirnya blog kisahikmah terendus juga oleh para pencari berita dan akhirnya memang blog itu harus mulai dihidupkan, [...]
September 11, 2009 pada 4:06 pm |
good luck.
September 11, 2009 pada 4:12 pm |
Salam
Makasih supportnya
Amin
September 11, 2009 pada 10:59 pm |
terima kasih info”Pak Dhe NgeBloG”nya,saya suka kisah-kisah pencerahnya.semoga sukses.amin ya Allah.
September 11, 2009 pada 11:52 pm |
salam
makasih kembali ya mas Moh.Sirat
semoga bermanfaat bagi kita semua
amin
salam
September 11, 2009 pada 11:04 pm |
Thanks, sharingnya……smoga mmbawa hikmah bagi kita smua utk selalu bersyukur padaNya baik dlam kesusahan atau pun dalam kesenangan. Trus berkarya bang smoga Allah merahmatimu dan mempermudah semuanya, amiin…..
September 11, 2009 pada 11:52 pm |
salam
makasih mbak Yulinda Sari
semoga doanya terkabul
amin
semoga kita dijadikan hambaNya yang pandai bersyukur
amin
salam
September 12, 2009 pada 1:17 am |
Bagus, Mas
Salam
September 12, 2009 pada 2:26 am |
makasih supportnya mas Rudi Esape
hehehe…
sampai juga ke sana ya beritanya
September 12, 2009 pada 2:35 pm |
hidup blogger indonesia…
September 12, 2009 pada 2:54 pm |
salam mas Nur Ichsan
semoga kita dimudahkan dalam segala urusan
amin
September 14, 2009 pada 12:22 am |
Assalamu’alaikum Pak Dhe,
Selamat ya… AlhamduLILLAH sudah terbit bukunya, semoga bisa
memberikan pencerahan baru bagi umat…
Saya saran, bagaimana jika Pak Dhe mengusulkan ke Panitia Alumnae
Day ESQ untuk membuat sessi khusus bedah buku/cerita tentang buku baru Pak Dhe… InsyaALLAH akan menarik perhatian para Alumni…
Terima Kasih dan TETAP SEMANGAT!!!
Boby Satya – Alumni ESQ
HP: 0813-155.24.604 atau 021-9978.4968
September 14, 2009 pada 12:08 pm |
salam
makasih idenya mas Boby Satya
Salam 165
September 14, 2009 pada 10:39 am |
[...] lama disembunyikan, akhirnya blog kisahikmah terendus juga oleh para pencari dan akhirnya memang blog itu harus mulai dihidupkan, meskipun saat [...]
September 15, 2009 pada 12:39 am |
SSalam,
b
BBegitu mendalam dan mengingatkan kita selalu akan syukur pada apa yyang ada atau kita miliki.
TTerimakasih atas ilmunya..semuga Allah memberkahi amalannya.
S
SSalam 165.
September 15, 2009 pada 2:45 am |
Terima kasih supportnya mas Fauzi
Makasih doanya, semoga begitulah kita semua. Penuh amal yang baik dan diridloi Allah swt.
AMin
Desember 2, 2009 pada 5:51 am |
this story is so sad..T.T But when Allah speak,theres nothing say Nothing.. tHen Believe It..^_^
Desember 2, 2009 pada 7:58 am |
thx for your comment
salam
Agustus 14, 2010 pada 10:27 am |
Masya Allah. Allah pilih hamba-hambanya untuk menikmati halawah iman dan haqqul yakin.
Agustus 15, 2010 pada 11:28 pm |
Makasih komentarnya mas Idham.
Salam Sehati
Februari 28, 2011 pada 8:25 pm |
[...] Eko, tokohnya nanti tetap pak Dhe, tetapi kemasannya dibuat lebih [...]
April 18, 2011 pada 12:53 am |
[...] Lalu, nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan? [...]
Juni 22, 2011 pada 10:23 am |
na,am soheh , jayyid ceritanya ,,,,,,,
Juni 22, 2011 pada 11:26 am |
alhamdulillah
makasih.
salam sehati