Khalid memilih PS [11]

“Akhirnya aku punya pilihan nih, PRABOWO GERINDRA”, kata Khalid saat kumpul-kumpul makan siang di kantin.

“Lho?”, Udin yang baru menyeruput minuman jadi membatalkan minumnya.

Iya mas Udin, Prabowo sudah makin dekat dengan kita nih. Dia udah ngeblog“, kata Khalid dengan penuh semangat.

Bukannya kemarin baru saja mendukung Deddy Mizwar? Kok kayak esuk dele sore tempe mas Khalid?“, sahut Anang yang ikut penasaran.

“Ternyata Deddy nggak punya blog jadi saya putuskan memilih Prabowo saja”, kata Khalid enteng.

“Emang apa kelebihan capres yang blogger dibanding yang nggak blogger mas?”, Anang terus bertanya.

“JK juga ngeblog lho mas? Jadi yang jadi presiden yang mana mas? JK atau PS?”, Udin mencoba menggoda.

“Sebenarnya mas Khalid ini kader PKS atau kader non partai sih?”, yang lain ikut bertanya sehingga membuat Khalid bingung mau menjawab pertanyaan yang mana.

Akhirnya setelah menenangkan diri sambil menghabiskan satu suapan, Khalid menjawab,”Tak klarifikasi ya, pertama aku bukan kader PKS, aku cuma simpatisan saja, jadi boleh dong berbeda pendapat dengan PKS”

Khalid diam sejenak, melihat reaksi kawan-kawan yang semeja dengan dia, kemudian melanjutkan.

“Kedua, aku anggap blogger adalah seorang penulis yang menyuarakan hal baik dan benar untuk orang baik dengan cara yang baik, jadi aku selalu respek terhadap mereka yang suka berbagi ilmu tanpa pernah mengharap balasan”

“Mas ada blogger yang ditangkap …”, Anang langsung menyahut, tapi belum selesai ngomongnya sudah dipotong oleh Khalid.

“Tunggu dulu Nang, tak selesaikan dulu pernyataanku…”

Setelah melihat kawan-kawannya melanjutkan suapan masing-masing, Khalid melanjutkan.

“Deddy Mizwar ternyata kurang didukung oleh para sahabatnya. Mereka lebih suka Deddy sebagai Jendral Naga Bonar dibanding sebagai capres. Mereka juga lebih suka melihat Deddy memperbanyak sinetron ruhani, agar bangsa ini tercerahkan dan tidak tenggelam dalam sinetron hantu atau sinetron remaja yang menjual mimpi-mimpi”

“Jadi aku tidak esuk dele sore tempe. Semuanya melalui pemikiran yang mendalam. Aku sampai sholat malam untuk memutuskan hal ini”

Ketika semua orang tetap diam sambil menyelesaikan makan mereka, Udin mulai bertanya lagi,”Terus soal JK dan PS yang sama-sama jadi blogger, yang mana yang jadi presiden?”

“Nah ini bedanya dukunganku terhadap PS dan JK”, senyum mengembang di bibir Khalid ketika mengucapkan hal ini.

“Aku tetap memilih PS sebagai calon presiden yang akan kucoblos di coblosan nanti”

“Contreng atau coblos mas?”, canda Udin

“JK sudah pernah jadi wapres, SBY ataupun Mega juga pernah jadi pengurus republik ini. Sebaiknya mereka istirahat ngurusin pemerintah kita dan beri kesempatan pada calon lain untuk mengurusin negara ini. Kita lihat nanti hasilnya”, Khalid terus bersemangat.

“Mas Khalid, masak ngurusin negara kok pakai coba-coba. Ini negara besar lho mas, kalau dipimpin oleh orang yang nggak jelas kan malah bisa makin nggak karu-karuan” Anang mencoba mengingatkan Khalid.

“Sudah baca belum Kompas hari Sabtu 7 Maret 2009 di kolom partai. Ada tulisan menarik tentang Muslih ZA di situ. Pemerintah kita ini sudah gagal total mengurusin negeri ini. Korupsi makin berkualitas, hutang makin menumpuk dan masih banyak lagi”, Khalid makin semangat menjawab pertanyaan Anang.

“Lah itu kan iklan mas? Belum tentu yang dibilang pak MZA itu bener lho.Pemerintah kita saat ini gak jelek-jelek amat kok. Akupun masih memilih SBY sebagai capres 2009 ini“, Adul yang dari tadi diem rupanya mulai terusik.

“Oke-oke, aku baca Kompas hari ini dan aku salut dengan partainya mas MZA yang lebih suka kampanye dengan model door to door dan tidak mengotori jalan-jalan dengan baliho ataupun poster-poster caleg yang bikin eneg, tapi kita kembali ke topik Prabowo saja ya…”, sahut Anang

Inget pesen pak Dhe, kita boleh berbeda pendapat tapi jangan sampai membiarkan partai ini membuat kita menjadi terkotak-kotak“, Khalid makin tersenyum ketika menyuarakan pesen pak Dhe ini.

“He..he..he.. mas Khalid lho yang memulai”

“Kau yang mulai kau yang mengakhiri, kau yang berjanji ….”

“Kau yang mengingkari……”

Merekapun melanjutkan acara makan siang itu dengan tetap tersenyum. Perdebatan partai hari ini tidak jadi memanas karena telah diakhiri sebelum mulai tersiram minyak emosi. Seperti biasa, tak ada kesimpulan dari diskusi di kantin ini, karena kesimpulan sudah ada di masing-masing peserta diskusi.

Setengah berbisik Khalid berkata pada Udin,”partainya mas MZA kayaknya bagus juga ya, fokus pada ekonomi rakyat dan tidak gembar gembor kesana-kemari”

Tanpa berbisik, Udinpun menjawab,”Pembicaraan partai sudah tutup, jadi kita ke mushola dulu aja yuk. He..he..he.. aku belum sholat je…”

“Oh ya… sudah baca blognya mas eshape belum? Di pollingnya Golput bisa 25% lho. Jangan-jangan kita asyik berdiskusi tentang partai tapi gak ada yang datang di bilik suara”

Tertawa berderai di kantin dan obrolan para politikus klas kantin itupun berakhir.


polling pembaca blog eshape

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: