Khalid terdiam dan yang lainnya juga jadi terdiam. Benarkah ada korban banjir yang tetap berprasangka baik pada banjir?

Blogger Goweser Jogja

“Din, mari kita berprasangka baik pada banjir Jakarta Bekasi ini”,  kata Khalid pada Udin ketika mereka bertemu.

“Lho gak ada angin gak ada hujan, kok tahu-tahu kasih nasehat mas?”

“Yang kemarin cerita di pos ronda tentang banyaknya partai dan politikus yang memanfaatkan kondisi banjir ini siapa Din?”

“Apa sudah tidak seperti itu? Bukannya politikus masih suka memanfaatkan musibah sebagai pencitraan mereka?”

“Kenyataan seperti yang Bang Udin sampaikan betul dan masih ada, tapi daripada cerita tentang hal itu, apa tidak lebih baik kita berprasangka baik pada banjir ini saja bang?”

“Wah, mas Khalid sekarang sudah bijak!”. tiba-tiba terdengar suara pak Dhe nimbrung.

“Hahaha… lagi belajar bijak pak Dhe”

“Bagus itu, kalau kita selalu merasa kurang artinya, ada sesuatu yang bisa kita kerjakan untuk menambal kekurangan itu. Jangan malu merasa kurang, karena meskipun kita diciptakan dalam ujud yang sempurna tetapi masing-masing individu mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yuk kita bahas anjuran bang…

Lihat pos aslinya 759 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: